Alirankatabelu's Blog

Just another WordPress.com weblog

Kenal Sekitaran Bersama Klab Jebi August 21, 2020

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 3:53 pm

Kenalan katanya. Kenal apa? Kenalan sama banyak hal di dunia melalui kacamata dunia Jebi (masih ingat Jebi kan? – boleh dibaca artikel2 sebelumnya kalau belum kenal). Bagaimana bisa? Bukankah sudah sekian lama kita semua terkena imbas pandemi? Iya pandemi dan sederet imbasnya, namun itu semua tidak menyurutkan niat para kakak di dunia Jebi untuk terus berbagi banyak hal untuk anak-anak.

Apa saja sih yang sudah dilakukan dunia Jebi selama masa pandemi ini? Nah! Di masa pandemi ini para kakak di dunia Jebi menyusun sekian ide-ide yang berterbangan untuk ditangkap dan berbagi langsung. Misalnya saja Mengenalkan Tips dan Trik Merawat Kucing yang dipandu oleh kak Nataresmi, seorang pencinta kucing yang cukup aktif berbagi informasi seputaran kucing. Anak-anak yang hadir saat itu cukup menaruh perhatian pada penjelasan kak Nata saat itu.

Berikut gambaran kegiatan saat kenalan bareng kak Nata dan dunia kucingnya bersama Klab Jebi.

Selain kenalan sama dunia kucing, Klab Jebi juga sempat berbagi cerita tentang dunia animasi yang mengangkat tema Pekerjaan Animator. Saat pengenalan anak-anak yang mengikuti juga nampak swnang sekaligus gembira. Bagaimana tidak? Saat itu kak Ramdan Dwiputra dari studio Patopo sekaligus mengenalkan perangkat masa kini dari dunia animasi dan membuat contoh yang juga menarik bagi anak-anak.

Mengenal dunia animasi bersama kak Ramdan

Cukup seru juga kan melihat kegiatan mengenal dunia animasinya?

Apa masih ada lagi yang dikenalkan Klab Jebi? Masih dong! Klab Jebi juga sempat mengadakan kelas bahasa Inggris bersama sebuah tempat belajar bahasa Inggris yakni My Olympus. Pengenalannya terbilang cukup mengasyikan, apalagi setelah masuk ke waktu-waktu permainan dengan bagan yang cukup interaktif. Cas cis cus dan angkat tangan jadi bagian menyenangkan untuk semua waktu itu.

kenalan dunia bahasa Inggris bersama My Olympus

Kemudian Klab Jebi juga berkeswmpatan untuk kenalan sama seorang kakak dari Indonesia yang tinggal di Norwegia. Namanya kak Ayu, ada banyak hal yang kak Ayu bagi saat bercerita tentang Norwegia juga cukup banyak pertanyaan yang dilempar anak-anak tentang Norwegia dan itu membuat suasana semakin menyenangkan saat itu.

Bermacam-macam topik muncul dari para kakak di Klab Jebi. Setiap topik miliki kesannya masing-masing. Kenalan sekitaran itu menyenangkan! Ada banyak pelajaran dan catatan yang bisa disimpulkan dari sebuah kegiatan; peristiwa juga acara. Menyenangkan bukan? Apa Klab Jebi masih akan terus menyuguhkan banyak hal? Masih adalah jawabannya. Mau tahu lagi ada apa di Klab Jebi? Jangan lupa di follow medsosnya di FB, IG juga twitter nya di @duniajebi . Terimakasih sudah menyimak semoga bermanfaat.

 

Sebuah Kurasi tentang Social Distancing May 28, 2020

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 5:02 pm
Tags:

Masa pandemi dan beragam ceritanya membawa saya untuk meneropong lagi karya yang dibuat oleh seorang teman seniman. Mengajukan diri untuk mengkurasi karya-karyanya yang biasanya hanya dilihat ketika dia sedang berpameran ataupun melalui media sosialnya. Seniman yang kali ini berhasil saya kurasi karyanya adalah Prabu Perdana. Melihat karyanya pertama kali di sebuah gedung pameran di Kota Bandung tahun 2012 membuat saya mengikuti karya-karya lukis yang dibuatnya kemudian dan dipamerkan di beberapa kota di Indonesia.

Berikut adalah kurasi karyanya yang bertema Social Distancing – Ketidakhadiran Manusia Dalam Karya Landscape.

Gambar Pantai Selatan
Kurasi : Pandang Laut Tak Jemu

Memandang pada barisan air yang sibuk bercerita tentang langkanya manusia membuat hari menjadi abdi kebebasan untuk alam.  Mereka pun bersorak sorai tanpa kehadiran manusia yang sejatinya selalu berada di sekitar dan kadang membuat kesunyian terbentak jadi ramai.  Pantai kali ini menggambarkan lagi tentang kedalaman makna kehidupan itu sendiri.  Betapa banyaknya dorongan emosi manusia-manusia sepi yang hidup diantara bingar dan menginginkan ketentraman hati di sela riuhnya perputaran waktu.  Alam menangkap ambang batas kemanusiaan pada semesta.  Mereka yang pikuk dengan pikirannya kali ini hilang, beristirahat jiwa layaknya jiwa semesta kelautan beristirahat.  Waktunya menenangkan diri dan kembali membangun diri… Ini adalah kesempatan membenahi yang terlalu dalam menumpuk pada pikiran juga hati.  Dorongan kebermanfaatan pada hal-hal positif ketika lingkungan itu bersih dan menghasilkan vitamin segarnya.

Tanpa manusia kami tetap menderu dan bercerita , tetap memandang tengadah sambil melihat padaNYA yang membiarkan kami hidup.  Berterimakasih pada Sang Maha Pencipta untuk segar yang kembali setelah hilang sekian waktu lamanya.

Ini masa pandemic, namun bukan akhir dari segalanya untuk semesta.  Begitupula untuk manusia di luar sana yang sedang menyusun kembali langkah-langkah mereka untuk suatu hari kembali di hadapan kami dengan kebersihan yang lapang.

Gambar Potret Kota
Kurasi : Wicara Bisu

Ramai yang hilang menjadi sepi.  Dalam sekejap saja tempat-tempat yang biasanya penuh hilir-mudik akhirnya menjadi bisu.  Papan iklan menjadi saksi bisu tentang keberadaan sekitar yang tadinya penuh dengan himpitan emosi pelbagai tingkatan kelas sosial.  Cerita-cerita yang saling halang-melintang tentang pertemuan-pertemuan pun kesepakatan-kesepakatan di udara.  Komunikasi yang terdengar sangat jarang membuata siapa saja yang melewati memandang area-area itu.  Biasanya ada banyak debu-debu polusi menempel tebal di kesehariannya pada papan iklan.  Namun tak lagi, tidak ada lagi kematian pikiran tentang kekuatiran mengejar jam masuk kerja atau sekolah.  Lingkungannya senyap yang tersisa adalah pembangunan-pembangunan yang terhenti, kegiatan angin semilir dan dedaunan yang sibuk menari pada batang-batang.  Pemandangan yang langka di hari biasa dan menjadi biasa di waktu yang sepi.  Lampu jalan pun beroperasi secukupnya, tak lagi menerangi banyak penghuni jalanan.  Jalanan mengikuti masa, ada masa dimana hening kemudian ramai dan kembali hening.  Selama masih berfungsi baik, selalu ada cerita kehidupan di jalanan meski dalam keadaan tanpa manusia.

Gambar Kehidupan Urban
Kurasi : Laras di Masa Rasa

Melihat masa depan dari masa kini dimana lahan besar persawahan merubah layarnya menjadi deretan perumahan yang dibangun berdasarkan kebutuhan.  Papan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia.  Hari ini sawah – sawah berganti rupa menjadi sekawanan beton-beton tingkat dan datar bergantung pada kebutuhan manusianya.  Kehidupan baru menurut para manusia, namun kesemuan bagi alam.  Rentetan beton dan kehidupan mengganti cerita kesuburan dan kekayaan alam semesta menjadi lingkungan-lingkungan yang mati.  Tanpa kesuburan juga kekayaan pun ketenangan.  Menatap masa depan yang lebih cerah sambil berpijak di atas kemunduran kehidupan lingkungan semesta itu sendiri.  Miris bukan?  Tapi apa boleh buat, waktu maju dan mengendurkan semua saraf alami menjadi buatan.  Perubahan membuat lingkungan tak lagi sama menjadi samar akan kehidupan yang tenang.  Dan apakah manusia-manusia berpikir tentang keselarasan itu?

Gambar Lanscape_Capture
Kurasi : Desir Menyapa

Daun-daunnya terbang! Melayang mengikuti kehendak YME dengan ketidaktahuan akan pertemuan atau sapaan – sapaan baru kelompok daun yang lainnya.  Angin membawa mereka pergi jalan-jalan menikmati dunia dimana tidak semua daun seberuntung mereka yang lepas atau terlepas juga dilepaskan inangnya.  Dalam putaran berlanjut pertemuan baru terjadi, pergerakannya kadang terlihat berlawanan layaknya emosi yang tak karuan dalam perjalanan.  Kemudian kembali tenang menandakan proses menuju hal baik lainnya ada.  Pertemuan daun-daun layaknya gambaran pertemuan para manusia yang berbicara mengenai cerita sehari-hari yang sederhana lagi seru.  Menerima sapaan dari ragam tumbuhan juga tanaman yang terlewati sepanjang jalan seperti gambaran manusia-manusia yang berproses menerima keadan-keadaan yang dijalaninya dalam pertemuan-pertemuan baru.  Daun-daunnya terus berlenggok menari senang.  Dalam putaran yang begitu cepat mereka tetap hidup dan menerima apa yang ditakdirkanNYA.  Keindahan masa itu hanya mereka yang merasa.

Gambar Landscape Capture
Kurasi : Akar Diri

Pandangan yang jauh, belum tentu sampai tapi terus mencoba.  Perjalanan jauh mencapai asa menghijaukan bumi yang belum juga subur meski waktu berputar dan usia menua.  Dalam cita-cita pencapaiannya ada keyakinan yang tumbuh untuk terus berjuang bersama teman-teman.  Dengan kesadaran yang tinggi bahwa untuk mencapainya tidak mudah.  Bisa saja muncul ketimpangan-ketimpangan.  Akan tetapi harapan hidup dan angan-angan mendapatkan kehidupan yang lebih baik mewarnai pengalaman bersama melewati ruang dan rana yang tidak mulus dan jauh dari yang dibayangkan.  Lagi-lagi nuansa luas membawa dorongan baik pada pikiran untuk bersabar meskipun lelah, berdiri tegak untuk mendapatkan perlakuan yang adil juga mempercayai mukjizat-mukjizat yang datang tiba-tiba tanpa diundang.  Menggapai cita-cita itu penuh perjuangan namun bukan berarti tidak bisa dilakukan sama sekali.  Dapat! Asalkan mau mulai berjalan.

Tali simpul :

Didalam sederetan gambar-gambarnya, Prabu melakukan refleksi yang muncul dari lingkungan sekitar.  Tentang manusia dengan segala keruwetan dan kompleksitas kehidupan yang ada di sekitarnya.  Kontemplasi menjadi bagian kecil yang dapat menentukan terbatas menjadi di luar batas.  Luar batas yang juga menjadi batasan ekstra bagaimana manusia-manusia mendapatkan pencapaiannya.  Melalui lingkungan sekitar, Prabu bercerita tentang ragam pemikiran manusia, jatuh bangunnya sebuah kehidupan juga perkenalan-perkenalan yang membawa perspektif baru untuk dijalankan atau diaplikasikan dalam kehidupan.

Alam memiliki keterikatan batin dengan manusia senantiasa mengingatkan bahwa kita adalah si kecil yang belajar merangkak, melangkah kemudian berjalan dan kadang berlari untuk mengejar impian-impian saat kecil.  Alam mengajarkan kita yang kecil dan mereka yang luas dan sesuatu di luar sana yang Maha.  Maha mengetahui setiap sisi pemikiran manusia dan menghantarkannya pada pencapaian mimpi.

Siapa yang percaya pada mukjizatNYA akan ditunjukan jalan-jalan rahasia menuju keberhasilan.

Siapa yang percaya pada mimpinya dialah yang akan menjadi pemenang kehidupan.

Siapa yang bersyukur untuk segala terpaan dan himpitan cobaan dia juga yang akan mendulang banyak senyuman dari dunia.

Gambar-gambarnya dibuat jauh sebelum masa pandemic, akan tetapi suara dalam setiap guratan gambarnya memberi aba-aba tentang apa itu social distancing dan perlunya menyadari hal-hal yang sering dilupakan manusia.  Seperti maraknya manusia yang mengunjungi pantai dan pulang dengan memberikan banyak sampah di pantai juga lautan.  Pun terlalu bergerumul dalam sebuah lingkungan perkotaan karena banyak sebab yang menghasilkan pandangan lingkungan yang juga kurang menyenangkan ditambah dengan kebisingan-kebisingan lainnya.  Terlalu senangnya manusia membangun sesuatu yang menyebabkan lingkungan tak lagi nyaman dan menimbulkan kekuatiran-kekuatiran di masa yang lebih jauh lagi.  Meski begitu dalam deretan gambar, Prabu juga tetap melekatkan pentingnya kesadaran diri untuk tetap mempercayai kehendak Yang Maha Esa akan proses-proses kehidupan yang berjalan.  Social distancing bukan merupakan akhir melainkan jembatan lain menuju kebiasaan berikutnya yang akan muncul.  Bagaimanapun itu nanti grafik keberhasilannya, selalu ada upaya baik yang dilakukan menuju esok yang lebih terang.

Kurasi oleh Belinda JK

27.05.2020

 

Dutas March 19, 2020

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 3:32 am

Dudu tas tas tas, apakah itu dunia dududu yang bernyanyi dan tas tas yang dipenuhi sekumpulan tas? || Bukaaan! ||| Oooh lalu apa kalau begitu? || Ini (^_^) .

wordpress2

Jebi dan Kertas Lipatnya

Dutas – dunia kertas dimana si Jebi muncul lagi sambil belajar dan berkreasi bersama seorang kakak pelipat kertas yang lalu lalang di dunia melipat kertas selama 7 tahun belakangan ini. Meskibegitu Jebi juga baru saja mengenal kakak pelipat kertas ini yang sebelumnya lebih dikenal di dunia bela diri.  Ciaaat! Ciaaat! Apa kakak ini menggunakan jurus-jurus tertentu dalam praktik lipatnya? Hanya jurus ceria menghadapi teman-teman kecil di depannya yang berinteraksi dengan senangnya hari itu.

Februari 22, 2020 menjadi sebuah pertemuan baru antara anak-anak dan Kak Ketut di dunia melipat dasar.  Dimulai dari stretching awal supaya tangan anak-anak dibiasakan kembali mengingat rumus lipatan sambil membuat bentuk-bentuk dasar yang sudah disiapkan sang kakak untuk anak-anak.  Melipat dan sedikit senda gurau menjadi pembangun suasana kelas melipat hari itu.

Dibagi menjadi dua sesi ternyata tidak membuat anak-anak bosan dengan kelas melipat ini.  Dari sesi awal dengan membuat bentuk lipatan dasar , dilanjutkan dengan membuat cerita dari lipatan yang dibuat saat itu.  Hari itu anak-anak tidak hanya melipat, tapi sekaligus membuat karya cerita dari lipatan-lipatan yang mereka buat.  Selipan-selipan kuis juga menjadi waktu yang menyenangkan untuk semua.  Belajar, bermain dan berkarya heii senyum untuk semua hari itu.  Terimakasih untuk ilmu melipatnya.

wordpress

Suasana kelas Melipat

 

Belu-kar? December 2, 2019

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 2:33 pm

Belu-kar?

Celah hayat layaknya pohon hayati bercabang cerita dunia

Belu dan kar?

Belu menaiki kar berjalan dari setiap cabang pohon hayati

Tanjak , turun, tukik, capai, kelok, sampai dan kembali berjalan

Sepanjang belu-kar apa ada kelok-kelik?

Apa ada kerlang-kerling?

Ada tang ting tung , cas cis cus, tak tik tuk, krak krik kruk juga kriiiiuukk

Kadang bertemu juga kreeeek dalam setiap lipitan cekrek dunia

Sampai kapan belu-kar nya?

Sampai direstuiNYA berhenti belajar dari setiap sapa sopo di jalan menuju kesana.

Belu-kar!

Menggelinding rodanya

Dikayuh tindih pedalnya

Kadang dalam cepat melesat kadang lelet melepet

Dan tetap menderu atau sekedar tapak-menapak dan kejar-mengejar bersama udara

Terimakasih! Maha Kuasa untuk segala temu tamu, tatap titipnya.

 

Jangkau Tak Jangkau May 13, 2018

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 11:23 am

Jangkau Tak Jangkau

Padamu semua berpulang

Jangkau Tak Jangkau

Ingatlah DIA

Sang Maha Esa

Jangkau Tak Jangkau

Jangkau paksa yang Tak Jangkau

Jangkau lahirkan bual yang Tak Jangkau

Jangkau Tak Jangkau

Bersyukur sajalah

Senyum diatas sana tuk Jangkau Tak Jangkau

Jangkau Tak Jangkau pun berlalu ,berjalan sesuai kehendakNYA

 

 

 

 

Terang Gembira March 22, 2018

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 11:33 am

Menggantung bersama tali mengulir di rangkaian besi kelonjongan

Lancar menukik hingga sebuah titik pembangunan yang bentuk banyak garis temukan bentuk

Bentukan menyala terangi ruang dalam periode

Terang benderang buat ceria dimanapun kapanpun tuk gariskan gembira bagi penggunanya

Gembira!  Gembira! Gembira Ria!

Salam bergembira ceria tuan, nyonya,  Nona!

Semoga hari baik selalu.

 

Untuk Negeri December 29, 2016

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 3:31 pm

Ini bukan negeri boneka.

Rakyat bukan boneka.

Ada rombongan pemain boneka berburu bermain dan mempermainkan.

Sadar saja bung, sebelum ketidaksadaran menjatuhkanmu

Rakyat bukan boneka.

Pemimpin bukan boneka.

Ada ahli boneka sedang mencari boneka untuk dipegang.

Sayang dalam pencarian sang ahli kehilangan keseimbangan.

Dia lupa bahwa boneka tak berjiwa.

Lalu dia sisipkan setengah jiwanya.

Walhasil

Semua boneka di dekatnya merasa pincang.

Pincang oleh ketidakadilan dari jiwa yang tak lengkap.

Hei sang pemegang boneka,  sudahkah kau bercerita PadaNYA?

Tuhan semesta alam tentang kepincanganmu?

Dan kepincangan yang kau tebar pada semua boneka – boneka mu.

Kamu! Pemain boneka yang menyedihkan .

Ini negeri dimana rakyatnya hidup.

Masih mau bermain-main dengan kami dengan kepincanganmu itu?

Menunduk sajalah lagi pemain boneka.

Jangan terlalu panas untuk menjadikan satu dalam dunia pincangmu itu.

Berhenti memperlakukan kami seperti boneka.

Hei pemain!

Sebelum kamu menghancurkan kesatuan dan persatuan.

 

07122016

 

Dia August 5, 2016

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 9:31 am

Hadir tanpa sengaja

Di waktu yang lama

Terlewat

Dalam pergumulan ruang dan waktu

Beda karena beda

Lalu muncul di sebuah cerita

Seorang karib dalam sebuah ruang

Muncul yang lucu

Dan lalu Terlewat lagi

Hingga saatNYA mengembalikan lagi pada kami yang saling melewatkan di ruang waktu yang lalu

Dia

Melengkapi

Dengan cara yang DisetujuiNYA

 

 

 

Negeri Perangai July 22, 2016

Filed under: Alam berBahasa — alirankatabelu @ 12:38 pm

Di negeri perangai
Hup! Hup! Hup!
Dinding kokoh wah
Lalu selusup
Dan perhatikan
Kanan kiri dilihat saja banyak hahaha dan hihihi
Perangai seri dalam serial
Menggantung tanpa akhir
Berjalan lagi dan temu
Perangai tinggi yang lembek
Hmmm kelembekan ini mengapa seenaknya ongkang-ongkang kaki di atas
Menjadi penggembira atas dirinya sendiri
Sungguh kasihan
Kaca dan tanpa kaca hanya sibuk berlenggok lihatkan mimik-mimik penguntai perangai
Hmmm kelembekan yang aneh
Tak heran dinding wah itu
Lembek
Hai hai hai Perangai Tinggi yang Lembek
Jangan menghamba pada jutaan mimik penguntai perangai
Jatuh nanti , mimik dan perangai ikut lebur tak bangun
Dan apakah kebanggaan berada di atas dengan perangai yang kelembekan itu?
Di negeri perangai
Hup! Hup! Hup!
Imaji menjadi sahabat yang kadang mematikan tanpa disadari
Karena kesadaran pada semesta dipindah pada diri yang lembek tak kokoh
Di negeri perangai
Hup! Hup! Hup!
Dalam serial berkepanjangan
Membosankan tanpa kemajuan
Cemerlang dalam tipuan
Tak Abadi
Di Negeri Perangai
Tipu

 

Dimana Kupu-Kupu April 3, 2016

Filed under: Alam berBahasa,Mind and Heart,Spirit of Life,Tinker!,Warna Hidup — alirankatabelu @ 2:32 am

Dimana Kupu-Kupu?

Ada

Dimana?

Dimana-mana mereka senang dalam hati-hati yang percaya

Sedang apa Kupu-Kupu?

Menatap sambil berterbangan laiknya gambaran dunia dewa-dewi juga bidadari

Membentuk pasukan cahaya murni sambil tersenyum pada dunia akan ragam warna-warninya

Dimana Kupu-Kupu?

Ada

Dimana?

Di dalam pejam(mu) yang rasakan dunia dalam lapisan-lapisan terdalamnya

Mereka terbang dalam Keajaiban yang sangat Indah

Dan hasilkan senyum-senyum bagi mereka yang merasakannya

 

Inspired by : Miracles (^___^) of HIM, The Majesty One