Alirankatabelu's Blog

Just another WordPress.com weblog

Belu-kar? December 2, 2019

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 2:33 pm

Belu-kar?

Celah hayat layaknya pohon hayati bercabang cerita dunia

Belu dan kar?

Belu menaiki kar berjalan dari setiap cabang pohon hayati

Tanjak , turun, tukik, capai, kelok, sampai dan kembali berjalan

Sepanjang belu-kar apa ada kelok-kelik?

Apa ada kerlang-kerling?

Ada tang ting tung , cas cis cus, tak tik tuk, krak krik kruk juga kriiiiuukk

Kadang bertemu juga kreeeek dalam setiap lipitan cekrek dunia

Sampai kapan belu-kar nya?

Sampai direstuiNYA berhenti belajar dari setiap sapa sopo di jalan menuju kesana.

Belu-kar!

Menggelinding rodanya

Dikayuh tindih pedalnya

Kadang dalam cepat melesat kadang lelet melepet

Dan tetap menderu atau sekedar tapak-menapak dan kejar-mengejar bersama udara

Terimakasih! Maha Kuasa untuk segala temu tamu, tatap titipnya.

 

Jangkau Tak Jangkau May 13, 2018

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 11:23 am

Jangkau Tak Jangkau

Padamu semua berpulang

Jangkau Tak Jangkau

Ingatlah DIA

Sang Maha Esa

Jangkau Tak Jangkau

Jangkau paksa yang Tak Jangkau

Jangkau lahirkan bual yang Tak Jangkau

Jangkau Tak Jangkau

Bersyukur sajalah

Senyum diatas sana tuk Jangkau Tak Jangkau

Jangkau Tak Jangkau pun berlalu ,berjalan sesuai kehendakNYA

 

 

 

 

Terang Gembira March 22, 2018

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 11:33 am

Menggantung bersama tali mengulir di rangkaian besi kelonjongan

Lancar menukik hingga sebuah titik pembangunan yang bentuk banyak garis temukan bentuk

Bentukan menyala terangi ruang dalam periode

Terang benderang buat ceria dimanapun kapanpun tuk gariskan gembira bagi penggunanya

Gembira!  Gembira! Gembira Ria!

Salam bergembira ceria tuan, nyonya,  Nona!

Semoga hari baik selalu.

 

Untuk Negeri December 29, 2016

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 3:31 pm

Ini bukan negeri boneka.

Rakyat bukan boneka.

Ada rombongan pemain boneka berburu bermain dan mempermainkan.

Sadar saja bung, sebelum ketidaksadaran menjatuhkanmu

Rakyat bukan boneka.

Pemimpin bukan boneka.

Ada ahli boneka sedang mencari boneka untuk dipegang.

Sayang dalam pencarian sang ahli kehilangan keseimbangan.

Dia lupa bahwa boneka tak berjiwa.

Lalu dia sisipkan setengah jiwanya.

Walhasil

Semua boneka di dekatnya merasa pincang.

Pincang oleh ketidakadilan dari jiwa yang tak lengkap.

Hei sang pemegang boneka,  sudahkah kau bercerita PadaNYA?

Tuhan semesta alam tentang kepincanganmu?

Dan kepincangan yang kau tebar pada semua boneka – boneka mu.

Kamu! Pemain boneka yang menyedihkan .

Ini negeri dimana rakyatnya hidup.

Masih mau bermain-main dengan kami dengan kepincanganmu itu?

Menunduk sajalah lagi pemain boneka.

Jangan terlalu panas untuk menjadikan satu dalam dunia pincangmu itu.

Berhenti memperlakukan kami seperti boneka.

Hei pemain!

Sebelum kamu menghancurkan kesatuan dan persatuan.

 

07122016

 

Dia August 5, 2016

Filed under: Uncategorized — alirankatabelu @ 9:31 am

Hadir tanpa sengaja

Di waktu yang lama

Terlewat

Dalam pergumulan ruang dan waktu

Beda karena beda

Lalu muncul di sebuah cerita

Seorang karib dalam sebuah ruang

Muncul yang lucu

Dan lalu Terlewat lagi

Hingga saatNYA mengembalikan lagi pada kami yang saling melewatkan di ruang waktu yang lalu

Dia

Melengkapi

Dengan cara yang DisetujuiNYA

 

 

 

Negeri Perangai July 22, 2016

Filed under: Alam berBahasa — alirankatabelu @ 12:38 pm

Di negeri perangai
Hup! Hup! Hup!
Dinding kokoh wah
Lalu selusup
Dan perhatikan
Kanan kiri dilihat saja banyak hahaha dan hihihi
Perangai seri dalam serial
Menggantung tanpa akhir
Berjalan lagi dan temu
Perangai tinggi yang lembek
Hmmm kelembekan ini mengapa seenaknya ongkang-ongkang kaki di atas
Menjadi penggembira atas dirinya sendiri
Sungguh kasihan
Kaca dan tanpa kaca hanya sibuk berlenggok lihatkan mimik-mimik penguntai perangai
Hmmm kelembekan yang aneh
Tak heran dinding wah itu
Lembek
Hai hai hai Perangai Tinggi yang Lembek
Jangan menghamba pada jutaan mimik penguntai perangai
Jatuh nanti , mimik dan perangai ikut lebur tak bangun
Dan apakah kebanggaan berada di atas dengan perangai yang kelembekan itu?
Di negeri perangai
Hup! Hup! Hup!
Imaji menjadi sahabat yang kadang mematikan tanpa disadari
Karena kesadaran pada semesta dipindah pada diri yang lembek tak kokoh
Di negeri perangai
Hup! Hup! Hup!
Dalam serial berkepanjangan
Membosankan tanpa kemajuan
Cemerlang dalam tipuan
Tak Abadi
Di Negeri Perangai
Tipu

 

Dimana Kupu-Kupu April 3, 2016

Filed under: Alam berBahasa,Mind and Heart,Spirit of Life,Tinker!,Warna Hidup — alirankatabelu @ 2:32 am

Dimana Kupu-Kupu?

Ada

Dimana?

Dimana-mana mereka senang dalam hati-hati yang percaya

Sedang apa Kupu-Kupu?

Menatap sambil berterbangan laiknya gambaran dunia dewa-dewi juga bidadari

Membentuk pasukan cahaya murni sambil tersenyum pada dunia akan ragam warna-warninya

Dimana Kupu-Kupu?

Ada

Dimana?

Di dalam pejam(mu) yang rasakan dunia dalam lapisan-lapisan terdalamnya

Mereka terbang dalam Keajaiban yang sangat Indah

Dan hasilkan senyum-senyum bagi mereka yang merasakannya

 

Inspired by : Miracles (^___^) of HIM, The Majesty One